Inilah Fakta Mencengangkan Dibalik Industri Musik

Tidak dapat dipungkiri lagi meskipun sangat marak pembajakan kaset, tapi industri musik Indonesia masih menjadi salah satu dari primadona dari meriahnya dunia hiburan sejagat. Jika lagu atau album sudah menduduki puncak teratas, maka praktis gunungan uang pun akan sangat berlimpah ruah dan pundi-pundi para musisi. Bahkan bukan hanya musisi, rumah produksi dan segenap pihak yang terlibat dalam industri tersebut juga pasti akan turut meraup keuntungan. Namun disamping itu bola tangkas terbaru ternyata ada sebuah fakta-fakta yang mencengangkan yang mungkin belum kalian ketahui. Berikut ini ada sebuah fakta yang mencengangkan dalam industri musik, berikut diantaranya.

 

Kerugian Pembajakan Mencapai Triliunan Rupiah

Ada sebuah artikel yang melansir bahwa 95 persen dari semua produk musik dengan format digital adalah ilegal, atau dengan kata lain adalah produk bajakan. Bahkan beberapa media internasional memberikan bahan refleksi bagi para pembaca di seluruh dunia, “Ketika kapan kalian membeli sebuah karya musik?” Dan mencengangkannya, asumsi jawaban dari sebuah pertanyaan itu adalah 95 persen dari mereka membeli karya musik ketika tidak dapat menemukan lagu yang sangat amat mereka ingin dengarkan di situs media online. Sebuah guyonan yang sangat mencengangkan memang.

Stop Pembajakan | Astros logo, Sport team logos, Logos

Namun nampaknya anggapan tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Bayangkan saja, sebuah studi sudah membuktikan seberapa meruginya industri musik di Amerika serikat dalam nominal satu tahunnya. Institute for Innovation Policy memperkirakan setidaknya Amerika Serikat dalam setahun kehilangan uang yang tidak sedikit dari aksi pembajakan. Yakni sebesar US$1,25 miliar Atau sekitar Rp166 triliun. Angka yang mencengangkan, dan jika diumpamakan setara dengan kurang lebih 2,5 kali APBD DKI Jakarta yang sebesar Rp 67,1 triliun.

 

Musisi Hanya Mendapat Bagian Keuntungan 23%

Masih dalam hasil studi yang sama, terdapat angka yang cukup mencengangkan dari dunia industri musik internasional. Ternyata, rata-rata musisi hanya mendapat 14% dari total pendapatannya. Bayangkan saja betapa melelahkannya para musisi yang telah ekstra keras dikuras kreativitasnya. Mereka harus menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menulis syair dan mengaransemen lagu.

Setelahnya mereka harus menjalankan aktivitas promosi yang begitu melelahkan. Lanjut lagi, mereka harus mengadakan tur konsernya. Terlebih mereka tidak lagi hanya dapat menunggu hasil jualan album karena maraknya pembajakan. Mau tidak mau, tiket konser pun menjadi salah satu incaran manisnya. Namun semua luluh lantah ketika hasil studi menunjukan bahwa label meraup keuntungan terbesar, yakni 63 persen. Dan distributor mengambil keuntungan sekitar 23 persen. Walau bagaimanapun, begitulah fakta industri musik dunia. Bagaimana dengan Indonesia? Apakah semenyedihkan itu?

 

Hanya 1,11% Album Fisik yang Terjual

Angka ini lebih gila lagi. Di tahun 2011, hasil studi membuktikan bahwa dari 8.020.660 cetakan album yang diproduksi, hanya 89.252 cetakan yang berhasil terjual. Dan 7.921.408 cetakan lainnya dianggap sebagai barang tidak laku. Jika dibuat persentasenya, angka yang terjual hanya sekitar 1,11 %. Statistik studi itu terlampir dalam buku Blockbuster: Hit-making, Risk-taking, and the Big Business of Entertainment yang ditulis oleh seorang profesor dari Harvard Business School, Anita Elbe.

Hal tersebut benar-benar mencengangkan. Ania Elbe berhasil mengungkap data secara terperinci awal kebangkrutan industri musik dari format cetak album yang dimulai di tahun 2011.

 

iTunes Store Paling Laris

Lesunya penjualan album fisik, ternyata tidak berbanding lurus terhadap kemajuan penjualan album dan atau lagu digital secara online. Makin tahun justru penjualan makin melemah. Meski demikian, hasil studi mencatat bahwa dari tahun ke tahun, pembeli produk musik dalam format digital dengan menggunakan iTunes Store makin bertambah angkanya. Pada tahun 2012 tercatat, toko digital yang dimiliki Apple ini sukses menguasai 64 persen dari pangsa pasar musik online di dunia.

Itunes Store - Graphics, HD Png Download , Transparent Png Image - PNGitem

Dan pada tahun yang sama, iTunes Store menguasai 29 persen dari seluruh total pasar musik secara global baik format fisik maupun digital. Pada tahun 2014, Apple pun merilis telah menjual lebih dari 35 miliar lagu melalui toko iTunes-nya. Dan Amazon Music menjadi pesaing terberat mereka saat ini.

 

Album Fisik Mulai Mati di 2014

Transformasi perkembangan teknologi pernah dilakukan dalam menjual album fisik. Yakni dengan cara menjual album fisik tersebut secara online. Dan itu dilakukan oleh HMV, Rogers, dan Blockbuster. Hal itu dilakukan alih-alih demi mendongkrak penjualan album fisik yang sudah mulai layu.

Namun upaya mereka bermain di rana fisik seperti CD dan DVD pun harus tumbang oleh kehadiran Spotify dan Pandora. Tahun 2014 adalah tahun kebangkrutan situs jual beli album fisik. Serangan situs audio atau lagu streaming benar-benar menjamur. 8track dan Soundcloud pun digadang-gadang menjadi salah satu situs favorit.

 

Pasaran Musik Dunia Hanya Dikuasai 3 Label

Sejak tahun 2012, hasil studi mencatat bahwa industri musik dunia hanya dikuasai oleh tiga label mayor. Mereka adalah Universal Music Group, Sony Music Entertainment, dan Warner Music Group. Angka penguasaan pasar mereka mencapai 90 persen hanya dari tiga label tersebut. Sisanya 10 persen adalah lahan bagi indie label. “Logika bodohnya”, jika musisi ingin besar, mereka idealnya masuk label mayor.

Tapi justru tren musik dunia mematahkan itu. Beberapa tahun terakhir, indie label di dunia membuktikan eksistensinya. Macklemore, Mac Miller, Gambino Childish, Ray J, dan masih banyak lagi. Mereka adalah musisi-musisi besar, dan sangat terkenal, yang berangkat dengan indie labelnya.

 

Universal Music Group Dominasi Musisi Hip-Hop di 2013

Fakta unik datang dari Universal Music Group (UMG). Tahun 2013, UMG berhasil menguasai pasar hip-hop. Bahkan 20 musisi di Top 25 Hip-Hop Chart tahun 2013 merupakan musisi binaannya. UMG memang dapat dikatakan salah satu grup label yang memonopoli pasar musik dunia. Strateginya, mereka memproduksi banyak label yang tentu saja berafiliasi pada UMG.

Sebut saja Cash Money, Def Jam, Island Records, Republic Records, TDE, dan Bad Boy. Ribuan musisi ternama juga ditanganinya. Sebut saja mulai dari Rihanna, Ariana Grande, Justin Bieber, Kanye West, Maroon 5, Katy Perry, The Black Eyed Peas, Lil Wayne, dan Snoop Dogg.

 

Amerika Serikat Pasar Musik Terbesar di Dunia

Menurut International Federation of the Phonographic Industry, pada laporannya bertajuk “2014 Recording Industry In Numbers”, Amerika Serikat didaulat sebagai negara yang menjadi pasar musik terbesar di dunia. US$4,47 miliar berhasil diraup oleh Negeri Paman Sam ini hanya dari industri musiknya. Dengan pendapatan sebesar itu, dapat dikatakan Amerika Serikat menguasai 30 persen pasar musik dunia.

Posisi tersebut menempatkan Amerika Serikat dalam urutan teratas, lalu disusul oleh Jepang, Jerman, Inggris, dan Prancis. Meski demikian, IFPI tidak memungkiri jika pendapatan industri musik secara global terus mengalami penurunan setiap tahunnya, tepatnya dimulai pada tahun 1999 hingga sekarang.

Penemu Musik dan Perkembangan Musiknya

Musik memang menjadi salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan kita sehari-hari.hal ini dikarenakan dengan adanya musik, musik akan membuat perasaan siapa saja menjadi lebih senang dan juga membantu menjaga mood bagi para pendengarnya. Namun, tahukah kalian apa itu musik sesungguhnya? Jadi musik adalah nada-nada yang memiliki satu kesatuan dan menjadi lagu yang indah. Musik merupakan kesenian yang memadukan antara beberapa nada menjadi alunan yang indah. Dalam KBBI sendiri, musik sendiri dapat diartikan sebagai ilmu yang menyusun nada atau suara menjadi sebuah kombinasi dan juga hubungan temporal. Sehingga nantinya akan bisa menghasilkan suara yang bersinambung dan juga memiliki kesatuan.

Tak hanya itu saja, musik sendiri dapat berfungsi untuk memadukan instrumental dan juga suara menjadi satu bentuk yang indah. Sehingga, musik adalah suatu hal yang mampu untuk menembus hati setiap masyarakat yang ada di dunia. Pasalnya, dapat dikatakan dengan adanya musik mampu membuat seseorang menjadi lebih merasa memiliki semangat. Seni satu ini juga menjadi hal yang bisa menghasilkan uang dan menghibur semua orang.

 

Siapa Penemu Musik Pertama Kali?

Musik Ternyata Penemu musik pertama kali adalah Al Farabi dengan nama lengkap Abu Nasr Muhammad bin Tarkhan bin Uzlag Al Farabi. Beliau adalah seorang maestro musik ataupun pakar musik. Dia adalah orang yang menemukan not-not pada musik. Beliau lahir di Desa Wasij, Transoxiana pada tahun 870 M. Di dalam dunia musik, beliau sangat mahir memainkan alat musik dan menciptakan berbagai instrumen musik dan nada musik arab yang ada sampai saat ini.

Beethoven in the time of COVID, continued… | David Korevaar

Temuan ini ia tulis di dalam kitab al-Musiq al-Kabir yaitu buku besar tentang musik. Buku yang membahas ilmu dasar musik yang telah menjadi rujukan musik bagi perkembangan musik klasik barat. Al-Farabi menulis bahwa musik dapat menciptakan suatu perasaan tenang dan nyaman. Musik juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, dan menyembuhkan penyakit. Seperti disaat kita sedih atau hal lainnya, mendengarkan musik adalah hal yang paling menghibur. Karena itu bagi al-Farabi musik bisa menjadi alat terapi. Sebab musik adalah suatu yang muncul dari hati manusia dalam menangkap suara yang indah.

Al-Farabi juga mempunyai beberapa hasil karya berikut diantaranya :

  • Buku teori musik yg berjudul Kitab Musiq al-kabir (Buku besar tentang musik)
  • Buku Filsafat dan Logika
  • Metode psikologi sosial pertama tentang “Social Psychology & Model City”
  • Al-Farabi meninggal dunia di Damaskus pada 970 M. Jasadnya dimakamkan di Bab as-Saghir dekat dengan makam Muawiyah, pendiri dinasti Umayyah

 

Tokoh Penemu Musik

Ludwig van Beethoven Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan musisi yang satu ini, Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) Beliau adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah symphoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Fur Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang sangat berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina,

Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli. Ketuliannya semakin parah dan pada tahun 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah. Ludwig van Beethoven lahir tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Semasa kanak-kanak sudah tampak jelas bakat musiknya yang luar biasa dan buku musik ciptaannya muncul pertama kali tahun 1783.

Sejarah Musik Di Dunia | Klinik Musik

 

Di usia remaja dia berkunjung ke Wina dan diperkenalkan kepada Mozart tetapi perjumpaan keduanya berlangsung singkat. Tahun 1792 Beethoven kembali ke Wina dan sebentar dia belajar musik dengan Haydn yang kala itu pencipta musik Wina kesohor (Mozart mati setahun sebelumnya). Beethoven menetap di Wina, Mekkahnya musik waktu itu, selama sisa hidupnya. Rasa musik Beethoven yang tinggi selaku pemain piano mengesankan tiap pendengarnya dan dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Segera dia menjadi pencipta musik yang produktif juga.

Karyanya selalu dapat sambutan baik. Sejak umur pertengahan dua puluhan ke atas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musiknya tanpa kesulitan apa pun. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak. Tak pelak lagi gejala ini amat merisaukan si komponis muda. Tuli buat seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Suatu ketika timbul keinginannya mau bunuh diri saja. Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karir Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya menghambat, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat. Ketunarunguannya ini membuat orang punya kesan tidak yakin bahwa Beethoven memang betul-betul anti manusia, anti masyarakat, benci bergaul. Dia terlibat dengan percintaan yang kerap dengan gadis-gadis muda tetapi tampaknya semua hubungan ini berakhir tak bahagia dan tak pernah beristeri. Karya musik Beethoven sendiri menggila produktifnya. Tahun-tahun terus berjalan namun perhatian yang diterimanya semakin lama semakin menyusut yang mestinya populer buat seorang komponis seperti dia di jaman itu.

 

Perkembangan Musik di Dunia

Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok dan Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babylon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja. Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello.

Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.

Sejarah dan Perkembangan Musik di Dunia

Musik sudah ada sejak Zaman purbakala dan dipergunakan sebagai alat untuk mengiringi upacara-upacara kepercayaan. Perubahan sejarah musik terbesar terjadi pada abad pertengahan,disebabkan terjadinya perubahan keadaan dunia yang makin meningkat. Musik tidak hanya dipergunakan untuk keperluan keagamaan, tetapi dipergunakan juga untuk urusan duniawi.

Untuk kalian yang sangat menyukai mendengarkan musik sebaiknya kalian juga mengetahui beberapa sejarah tentang musik agar pengetahuan kalian bertambah hanya dengan mendengarkan musik saja. Kami sudah menjelaskan sejarah perkembangan dari musik dan juga penemu musik yang pertama kali di dunia.

Seni Musik yang Berkembang di Negara India

Sekiranya perkembangan dari Seni Musik di India ini sudah ada sejak abad ke 2 setelah Masehi. Diketahui bahwa bangsa Arya yang bermigrasi ke India dengan membawa pengaruh cukup besar terhadap perkembangan dari musik yang ada di india. Musik untuk negara India sendiri memiliki makna atas pengaruhnya yang sangat amat besar terhadap magis – lalu Religius – Kesusastraan – Ilmu sampai dengan seni lainnya. 

Permulaan atas Inspirasi bagi Musik India sudah memuja para dewa dan juga wei-dewinya. Menurut dari legenda yang terdengar, Dewa Siwa ternyata pencipta dari Suara – Irama dan juga Tarian-Tarian yang kemudian diturunkan melalui orang bijak dan bisa diajarkan kepada manusia. Seorang guru yang memiliki nama Narada ini ternyata seorang musisi Spiritual dan juga penyanyi yang menulis buku mengenai risalah dar Musik Naradasiksa. Lalu ada Guru yang bernama barata ini menulis Natyasastra yang langsung saja berisikan tentang musik – tarian hingga Drama. 

Dari sebuah tradisi yang sejak dulu tidak pernah tertulis sangat amat sulit untuk bisa dilacak untuk dievaluasi. Namun sumber-sumber Musik India Kuno ini bisa saja ditemukan di Sarna Verda. Lalu berisikan Ikhtisar dari nyanyian-nyanyian yang mana pada Jaman dulu oleh sang pendeta Brahma kepada dewi-dewi Vedic. Nah sekitar 100 sampai 600 BC, Sarna Verda juga sudah menjelaskan tentang 7 not dalam Scale dan juga 3 macam Instrumennya. Yakni : (1) Vina khusus untuk situs mpo slot
Instrumen musik dengan 7 senar, (2) Veni khusus untuk alat musik Suling, (3) Dundubhi khusus untuk alat musik Drum. 

Melihat Perkembangan Seni Musik India 

Nah setelah adanya Periode Vedic ini, maka sudah mulai memasuki Periode Klasik India yang muncul saja pada saat teori mengenai Grama atau Scale, lalu Murchanna atau Modes dan juga untuk Jati atau Spesies. Selanjutnya Musik secara bertahap sudah menjadi jauh lebih terarah dan kompleks sebelum datangnya Era Kristen Musik setelah berkembang sebagai musik sekuler di India. 

Selain itu, kehadiran agama Islam juga sangat amat berpengaruh terhadap perkembangan Musik di negara India yang mana sudah terjadi peleburan 2 budaya yang berbeda yakni India dengan Budaya Persia, Arabia hingga Budaya Mesir. Jenis dari Musik Baru dan juga Alat Musik baru ini bermunculan. Dan di era inilah Instrumen Vina bisa berkembang langsung menjadi Sitar. Nah salah satu hal yang paling begitu menarik dari Perkembangan Musik di Periode Islam maka ini menjadi penggabungan Seni Musik dengan adanya Seni Lukis. 

Keberagaman Seni Musik di India 

India memiliki suatu jenis musik yang dinamai Raga atau lebih dikenal dengan arti seperti Colour atau Mood yang dipakai di dalam Musik Klasik yang ada di India. Lalu disini Jenis Musik Raga yang dimainkan pada waktu yang berbeda-beda atau memang biasanya akan langsung dihubungkan dengan musim. Nah musik Klasik yang sudah dipakai dalam India itu sendiri adalah sebagai Raga dan selalu saja Raga. kalau memang bukan Musik Klasik yang ada seperti pada Film India yang populer atau pada Ghazals terkadang memakai raga yang ada di dalam komposisi musik mereka ini. Nnah Ragini juga menjadi sebutan jika yang memainkan musiknya ini adalah seorang wanita. 

Raga yang ada bisa menggambarkan suatu bentuk regenerasi dari latihan Melodi. Dan itu juga menjadi suatu set dari peraturan untuk bisa membentuk suatu melodi yang indah. Menggambarkan adanya aturan untuk ke atas atau Aaroha dan juga Down Ayroha skala. Yang mana swaras harus bisa mencari lagi dan not mana yang harus benar-benar digunakan lebih Sparingly, lalu not mana yang harus sung dengan Gama, lalu pada Phrase yang harus digunakan, dan harus tahu mana Phrase yang harus dibuang dan begitu saja selanjutnya. Hasilnya sendiri ada pada suatu Framework yang nantinya bisa saja digunakan untuk menggabungkan atau bisa mengimprovisasikan melodi, membiarkan untuk suatu variasi yang tidak akan berkesudahan dengan satu set notnya. 

Mengenal Musik Tradisional di India 

India memiliki jenis musik Tradisional, walau India memiliki wilayah yang sangat luas dan juga beraneka ragam tetap saja bisa mewarisi tradisi musik yang sama. Musik juga sudah bermula sejak lama di negara India dan tradisi ini sudah beanr-benar terwariskan. Hal ini memang dikarenakan negara ini sudah menjadi tempat resmi dari lahirnya agama Buddha, dan pengaruh musiknya langsung mengalir ke banyak negara bersamaan dengan agama tersebut. Sumber terawalnya adalah pada Kitab Kuno bernama Natya Shastra mengenai pentas drama yang sudah diiringi tarian dan musik. 

Sistem musik Kuno yang ada di India juga sudah menjelaskan adanya 22 pembagian Oktaf yang menghasilkan 2 buah tangga nada dengan 7 bunyi dasar. Nah dari setiap bunyi di kedua tangga nada ini bisa saja berperan sebagai Bunyi pertama sehingga bisa membuat semuanya menjadi 14 bunyi. Kitab ini telah menjelaskan juga mengenai karakter emosional dari tiap bunyi yang ada. Bagian utama dari konsep Musik India ini seperti Mode yang sudah dinamakan dengan ragas. Lalu Ritme dalam musik India ini sudah dibangun dari Blok Bangunan yang jauh lebih kecil ke yang lebih besar, sebuah konsep yang berpengaruh dalam musik Barat mulai abad ke-20. Dan Ritme dasar ini sudah dinamakan Talas. 

Lalu pada dasarnya Ritme Musik India Monodik atau Monoton yang hanya bisa terdiri dari satu Melodi yang mengalun melawan melodi yang jauh lebih rendah, dan pada melodi lainnya bisa diikuti akan tabuhan gendang. Musik umumnya bisa dimainkan untuk hiburan namun sumber aslinya ini adalah Ritual Agama Hindu. Walau memang Musik India ini sudah dilengkapi oleh teori yang kaya dan bisa membutuhkan Notasi dengan tradisinya bisa diwariskan secara oral antara guru dan Murid. Disini alat musik India juga sudah menjadi bagian paling penting terutama sekali pada bagian senar dan alat musik perkusi diantaranya : Sitar – Sarod – Tambura – Tabla hingga Vina. 

Mengenal Musik Modern di India 

1) Musik Remixes ini menjadi lagu lama yang sudah dicampur dengan ketukan cepat dalam membuat mereka populer di kalangan generasi muda. Umumnya musik ini akan di play di Diskotik dan di Pesta. 

2) Musik Fusion menjadi musik klasik India yang sudah dikombinasikan dengan bentuk-bentuk musik barat dalam menciptakan Campuran Musik Timur maupun pada campuran Musik Barat. 

3) Musik Indi Pop ini sudah masuk ke dalam versi India atas Musik Pop Barat. Terdapat sejumlah seniman muda yang sudah mendaftar dengan perusahaan musik untuk membuat sebuah album lagu pop dalam bahasa Hindi dan juga Bahasa Daerah lainnya. 

Musik India yang Modern ini memiliki jauh lebih pengaruh akan barat dan nyaris Imbibes dari salah satu bentuk tradisionalnya. Nah pada kenyataannya bahkan untuk dasar-dasar dari musik Klasik India – lalu Raga dan Tala juga sudah dihapus dari komposisi terbaru dengan adanya  komposer menggunakan skala barat dan juga Nada. bahkan Musik baru yang dihasilkan mampu membawa dalam bentuk gaya jauh lebih tua dan bisa memadukannya ke dalam Akord Barat, sehingga bisa menciptakan perpaduan Jenis Musik timur yang bertemu Barat. 

Informasi Kecil : semenjak pada masuk abad ke-19, negara India ini memiliki seni musik atas susunan tangga nada yang tetap. Nah dalam satu oktaf sudah ditetapkan terbagi langsung menjadi 22 Syurti atau Interval yang tidak sama sekali. Deretan atas nada pokok ini pada musik India terdapat 2 seperti Sa-Grama dan juga Me-grama. Masing-masing atas deretan Nada Pokok tersebut sudah memiliki 7 nada yang bisa dinaikan atau bisa diturunkan dengan berbagai cara yang ada.