Fakta Chrisye, Penyanyi Legendaris Tak Lekang Waktu

16 September merupakan sebuah tanggal kelahiran dari penyanyi legendaris Indonesia, yaitu almarhum Chrisye. Hingga Google pun pada akhirnya memberikan sebuah tribute dengan menjadikannya dirinya sebagai simbol di Google Doodle. Chrisye merupakan salah satu penyanyi pop besar ternama Tanah Air yang memiliki single-single terbaik yang tidak lengkang oleh waktu.

Fakta Chrisye, Penyanyi Legendaris Tak Lekang Waktu

Selama dirinya tengah bersolo karier tercatat sudah berhasil merilis 31 album yang semuanya meledak, lagu-lagu yang berhasil dirilis dari kurun waktu 1970 sampai dengan 2000-an. Bisa dibilang juga belum ada penyanyi Indonesia sampai saat ini yang punya suara khas seperti Chrisye. Pasalnya musisi legendaris yang satu ini punya karakter vokal yang khas dan berbeda, tapi suaranya dapat fleksibel di berbagai genre musik. Membahas tentang Chrisye tentunya tidak lepas dari berbagai karya musik yang sudah berhasil diciptakan. Sebelum dirinya bersolo karier, ia sempat bergabung dengan sebuah grup musik bernama Gipsy dan mengadu nasibnya di New York.

Perjuangan Chrisye di New York merupakan sebuah pengorbanan musisi kelahiran 16 September 1949 ini. Pasalnya ia juga meninggalkan kuliahnya di Indonesia. Ia menerima tawaran untuk tampil reguler di Ramayana Restaurant. Membawakan beberapa lagu-lagu Indonesia yang kemudian didaur ulang membuat Chrisye dan kawan-kawan pada saat itu merasa kurang puas. Selain itu masih banyak juga beberapa hal menarik lainnya dari penyanyi legendaris ini. Berikut ini sudah kami rangkum beberapa fakta menarik tentang Chrisye

Berhenti Kuliah

Berhenti kuliah demi memulai karirnya di New York, kecintaan Chrisye akan musik dimulai pada saat dirinya masih muda. Berawal dari sebuah band bersama dengan kakaknya, dia pun kemudian bergabung di Sabda Nada yang kemudian berganti nama menjadi grup Gipsy. Bersama dengan band tersebut, dia kemudian berangkat ke New York untuk tampil di sana pada tahun 1973. Jadwalnya yang padat membuat dia kemudian memutuskan untuk keluar dari Akademi Pariwisata Trisakti. Meski hal tersebut ditentang oleh ayahnya, namun pada akhirnya Chrisye mendapatkan restu untuk pergi ke Amerika. Tak hanya bersama dengan Sabda Nada, Chrisye juga kembali ke New York bersama dengan band lain, yaitu band The Pro’s untuk tampil di sana.

Lilin-Lilin Kecil Jadi Pembuka Karier

Sekembali dirinya ke Indonesia, pada tahun 1976 Chrisye kemudian bekerja sama dengan Gipsy dan juga Guruh Soekarnoputra untuk membuat sebuah album indie Guruh Gipsy. Setelah keberhasilan dari album Guruh Gipsy, pada tahun 1977 Chrisye menghasilkan dua karya lainnya yang melambungkan namanya di ranah musik Indonesia. Dia menghasilkan berbagai karya terbaiknya seperti Lilin-Lilin Kecil serta album Badai Pasti Berlalu. Chrisye pun kemudian direkrut Musica dan merilis debut album solonya Sabda Alam (1978).

Gaya Panggung dan Suara yang Khas Berbeda

Dengan penyanyi lainnya, Chrisye lebih suka menonjolkan suaranya daripada bergaya. Dia dikenal juga memiliki suara yang halus serta gaya panggung yang sangat kaku. Chrisye sendiri memiliki sebuah suara yang unik dan juga dapat menyatu dengan berbagai jenis musik. Erwin Gutawa membandingkan suara Chrisye dengan sehelai kertas yang kosong, yang artinya suaranya dapat diterapkan untuk apa saja.

Ayah Sebagai Role Model

Ayah Chrisye sendiri bekerja di pemerintahan DKI Jakarta dan selalu mengharapkan jika anaknya kelak menjadi orang yang sukses. Namun keinginan Chrisye di bidang musik juga sangat besar, membuatnya ikhlas karena dirinya merasa jika ini memang sudah jalan terbaik yang ditentukan oleh Tuhan.

Dia bahkan juga mengizinkan Chrisye untuk berhenti kuliah demi mengejar karir bermusiknya. Chrisye sendiri sangat patuh dengan orang tua dan dirinya menjadikan role model di dalam hidupnya. Pengaruh sang ayah bagi dirinya juga sangat besar dalam kehidupan Chrisye, termasuk juga pada saat dirinya berkeluarga hingga keluar rumah untuk bermusik.

Tidak Bisa Baca Not Musik

Chrisye sebenarnya belajar bermusik secara otodidak dari mendengarkan beberapa lagu di radio ataupun juga memutar sebuah piringan hitam yang memang milik ayahnya. Bersama dengan kakaknya Joris dia pun sering mengulik semua lagu, sehingga akibatnya dia sebagai seorang penyanyi tidak bisa membaca not musik.

Sosok Sederhana dan Kebapakan

Memiliki sebuah kesuksesan yang cukup besar tidak membuat Chrisye pada akhirnya memilih bergaya hidup mewah. Chrisye adalah seorang penyanyi sederhana baik dari gaya hidup ataupun juga dari gaya berpakaiannya. Bahkan dia juga sering terlihat makan di warung tenda sampai setelah dirinya menikah.

Chrisye juga menjadi sosok penyayang keluarga dan dirinya selalu mencurahkan waktu bersama dengan anak dan juga istrinya di sela kesibukan. kadang-kadang Chrisye juga tidak dapat menghabiskan waktunya bersama mereka karena terlalu sibuk memanggung atau merekam album, namun, dirinya tetap berusaha untuk mencuri waktu, bahkan menjemput anak-anaknya dari sekolah.

Meninggal Karena Kanker

Chrisye merupakan perokok berat dan kebiasaan buruknya tersebut lah yang membuat dirinya mengidap kanker paru-paru. Sempat menjalani kemoterapi enam kali, namun ada Februari 2007 kondisinya tersebut kembali menurun. Chrisye meninggal pada 30 Maret 2007 pada pukul 4.08 WIB di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan. Kemudian dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Terdorong Keadaan Finansial

Terdorong oleh keadaan finansialnya yang kurang baik, awal tahun 1983 Chrisye mulai menggarap album baru bersama Eros dan Jockie. Album yang dihasilkan, Resesi, mencampurkan art rock dengan pop romantis, serta menarik ilham dari The Police dirilis pada tahun 1983. Album ini laris di pasar, dengan 350.000 keping terjual dan akhirnya disertifikasi perak single nya sendiri, “Lenny”, “Hening”, dan “Malam Pertama”, banyak diputar di radio.

Mendapat Banyak Penghargaan

Chrisye menerima banyak sekali penghargaan selama karirnya. Pada tahun 1979 dia berhasil terpilih sebagai Penyanyi Pria Kesayangan Angket Siaran ABRI. Album Nya Sabda Alam dan juga Aku Cinta Dia diberi sebuah sertifikasi emas, dan Hip Hip Hura, Resesi, Metropolitan, dan juga Sendiri disertifikasi perak. Chrisye menjadi penyanyi yang berhasil menerima tiga BASF Awards, yang kemudian diadakan untuk pembuat compact cassette BASF sampai dengan pertengahan tahun 1990an, untuk kategori album paling laris; yang pertama diterima dirinya pada tahun 1984.

Dia juga menerima penghargaan BASF Lifetime Achievement Award yang di adakan tahun 1994 untuk sumabangannya ke dunia musik Indonesia. Pada Tahun yang sama dirinya juga menerima sebuah penghargaan sebagai Penyanyi Rekaman Terbaik. Pada tahun 1997 dirinya berhasil menerima penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia atau AMI untuk Penyanyi Pop pria terbaik.

Tahun berikutnya, album Kala Cinta Menggoda berhasil menang sembilan penghargaan AMI, termasuk juga dengan Album Terbaik, Chrisye sendiri menerima sebuah penghargaan sebagai Penyanyi Pop Pria Terbaik, Penyanyi Rekaman Terbaik, dan juga Perancang Grafis Terbaik bersama dengan Gauri. Pada tahun 2007, setelah dirinya sudah meninggal, dia menerima sebuah penghargaan SCTV Lifetime Achievement Award pertamanya.

Demikian itulah beberapa fakta tentang penyanyi legendaris Chrisye. Walaupun Chrisye sekarang telah tiada, namun karya-karyanya masih sering didengarkan hingga saat ini. Kekhasan dari suara Chrisye membuatnya menjadi penyanyi yang tidak akan lekang oleh waktu.