Alat Musik Unik dari Berbagai Belahan Dunia

Alat musik memberi manfaat bagi banyak hal, baik itu sebagai pengiring lagu yang melengkapi keindahan dari lagu tersebut, atau bahkan dimainkan sendiri sebagai suatu keindahan tanpa disertai suara penyanyinya. Alat musik ini sudah berkembang sejak zaman yang cukup lama di awal hidup manusia. Sering digunakan dalam upaya untuk menyalurkan hasrat akan seni yang dimiliki manusia, serta kebutuhan akan alunan indah dalam kondisi tertentu membuat musik berperan besar bagi hidup manusia.

Bahkan selain dari alat musik umumnya yang sudah begitu populer dan sering dilihat maupun didengar dari banyak pertunjukkan tradisional, nasional, hingga internasional, jenis musik ternyata ada banyak macamnya melebihi yang banyak diketahui manusia. Beberapa alasan karena alat musik ini tidak terlalu dipopulerkan hingga ke berbagai negara selain dari wilayah munculnya alat musik tersebut. Atau bisa jadi orang-orang hanya tidak sempat untuk mencari tahu lebih lanjut akan aneka alat musik unik yang akan dibahas dalam artikel ini. Apa sajakah alat musik unik tersebut? Serta dari mana alat musik itu berasal atau bisa diciptakan? Untuk mengetahui akan hal itu, mari kita simak pembahasannya pada artikel di bawah ini. Selamat membaca!

 

Balalaika Contrabass

Alat musik yang satu ini memiliki nama yang cukup lucu. Tidak hanya itu alat musik pun cukup unik, dimana jenisnya dimainkan dengan cara dipetik serta ukuran cukup besar yang berbentuk segitiga di bagian bawah yang besarnya. Mirip seperti pose bermain alat musik bersenar yang umum lainnya seperti gitar dan bass, alat musik ini dipegang oleh tangan kiri untuk menahan senar yang dipegang dalam menciptakan nada tertentu. Sedangkan tangan kanannya memainkan irama dan teknik mengocok alat musik tersebut hingga mengeluarkan bunyi yang indah di telinga.

Umumnya memiliki tiga senar, namun ada beberapa jenis alat musik ini yang memiliki empat senar. Karena jumlah senarnya cenderung tidak terlalu banyak, maka alat musik ini sering dimainkan hanya dengan jari biasa tanpa alat bantu seperti pick dalam memainkan gitar maupun bass, atau bahkan sambungan kuku seperti yang digunakan banyak pemain kecapi serta alat musik guzheng yang menjadi ciri tradisional musik Asia.

Akibat dari ukurannya yang cukup besar sehingga dapat membuat para pemainnya kesulitan dalam memainkan alat musik ini, di bagian bawahnya sering ditambahkan dengan bagian sambungan untuk menyangga bagian segitiga yang besar tersebut agar tidak membebani pemainnya. Terlebih lagi jika pemain balalaika contrabass memiliki ukuran tubuh yang cenderung agak mungil. Alat musik ini juga dibuat dalam beberapa macam ukuran, maka akibatnya pada jenis yang terbesar harus disandarkan ke lantai akibat cukup berat jika diangkat oleh pemainnya.

 

Gitar Pikasso

Jika kamu sudah sering melihat bentuk gitar di berbagai acara dan terbiasa akan bentuknya, maka matamu bisa terbelalak lebar saat melihat jenis gitar yang satu ini. Gitar Pikasso memiliki keunikan dibanding gitar standar pada umumnya berkat 4 macam leher yang dimilikinya. Satu alat musik bisa memiliki 4 leher? Pernah terbayang kan di pikiranmu akan alat musik yang satu ini? Tentunya alat musik ini tidak seperti gitar yang memiliki bagian necknya di seluruh tepi alat musik tersebut hingga membentuk seperti bintang. Tapi bentuk alat musik unik ini hanya terdiri dari dua lubang dan satu bagian senar yang menyerupai neck dengan arah melintang melewati dua neck di bagian standarnya.

 Alat musik ini dirancang oleh seorang wanita bernama Linda Manzer, seorang kewarganegaraan Kanada yang lahir pada 2 Juli 1952. Gitar ini pun tidak diciptakannya secara iseng saja. Namun menjadi permintaan rancangan dari seorang gitaris genre musik Jazz asal Amerika yang bernama Pat Metheny di tahun 1984 silam. Hasil suara yang dapat diciptakan oleh gitar pikasso dapat kamu dengar di lagu berjudul  “Into the Dream” yang dirancang oleh Pat Metheny, jika penasaran akan bagaimana suara yang mungkin dihasilkan gitar unik bernama eksentrik ini.

 

Crwth

Alat musik yang satu ini merupakan jenis alat musik kuno dari bangsa Celtic, yang konon katanya sudah ada sejak abad ke-11. Memiliki kemiripan dalam ukurannya dengan biola, namun bentuknya menyerupai persegi. Sehingga hal ini cukup membedakan dengan alat musik biola yang terkenal akan lekukan indah bagai tubuh wanita yang aduhai. Alat musik ini sering dimainkan sebagai pengiring dalam aneka macam musik tradisional rakyat sejak abad pertengahan.

Cara bermainnya pun cukup mudah, mirip seperti bermain biola. hanya saja tidak diletakkan di baju seperti umumnya bermain biola. Satu hal yang membedakan alat musik ini adalah banyaknya senar yang cukup fantastis jumlahnya untuk jenis alat musik yang tergolong cukup kecil ini. Jika biola hanya memiliki 4 senar, crwth ini memiliki senar hingga berjumlah 6 banyaknya. Maka dari itu variasi suara yang bisa dihasilkan oleh alat musik ini juga lebih bervariasi dibanding biola modern sekalipun yang disertai tambahan syntizer sebagai pengeras suara serta pemberi efek saat memainkannya.

 

Theremin

Alat musik yang satu ini bisa disebut cukup aneh, karena jenis musik ini bisa mengeluarkan melodi tanpa perlu untuk disentuh seperti alat musik lainnya. Sejarah mencatatkan bahwa alat musik ‘aneh bin ajaib’ ini ditemukan oleh seorang pakar fisika yang berasal dari Rusia. Alat musik theremin ini kemudian baru dipatenkan pada tahun 1928. Sang fisikawan penciptanya bernama Lev Termen, atau yang sering dikenal orang sebagai Leon Theremin. Maka dari itu nama dari alat musik ini disebut menggunakan nama dari sang penciptanya.

Bagaimana bisa alat musik ini berbunyi? Ternyata cara bermainnya adalah dengan frekuensi radio yang dihasilkan dari antena di alat musik ini. Aneka variable juga mendukung dalam hasil suara yang dapat dikeluarkan oleh alat musik ini. Cukup terdengar agak rumit ya dalam memainkannya? Alat musik cerdas ini juga bisa mengatur pitch atau ketinggian suara yang dihasilkan lengkap dengan volume besar kecilnya. Alat musik ini bisa dibilang menghasilkan suara yang unik, atau bahkan sering disebut menyeramkan. Salah satu contoh lagu yang dapat didengar menggunakan instrumen ini terdapat dalam film berjudul “The Day the Earth Stood Still” serta “The Lost Weekend”.

 

Didgeridoo

Aneka suku banyak yang memiliki keunikan dalam jenis alat musiknya sendiri. Salah satu contohnya juga dapat dilihat pada suku Aborigin yang hidup di wilayah Australia. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditiup dengan berbentuk panjang seperti tabung silinder yang agak mengerucut menjadi lebih kecil di bagian yang ditiupnya. Panjang dari didgeridoo bisa mencapai hingga 2 meter, namun umumnya hanya sepanjang 120 cm. Tentunya akan cukup repot jika alat musik ini perlu dimainkan terus menerus dalam ukuran raksasa sebesar 2 meter itu. 

Alat musik ini dipopulerkan sejak 1.500 tahun yang lalu di kawasan pedalaman Australia. Namun sebagian orang percaya bahwa alat musik tradisional ini sudah tercipta jauh sebelum itu, yaitu sejak 40.000 tahun yang lalu. Sehingga alat musik ini juga mendapat predikat alat musik tertua yang pernah diciptakan manusia. Saat ditiup, didgeridoo juga dapat menghasilkan suara yang begitu khas sehingga terdengar unik. Dan ciri khas alat musik ini banyak dibuat menggunakan bahan batang kayu putih atau jenis kayu-kayuan yang keras lain. 

 

Zeusaphone

Alat musik ini menjadi salah satu alat musik unik lainnya yang pernah ada dalam sejarah permusikan dunia. Dirancang oleh seorang mahasiswa yang begitu tertarik akan dunia ilmuwan dan gaya futuristik, Steve Ward sebagai seorang mahasiswa di Amerika memperkenalkan alat musik ini pada bulan Juni tahun 2007. Hal yang membuat alat musik ini unik adalah kumparan tesla yang diubah hingga output listrik yang dihasilkan dapat dimanipulasi hingga dapat mengubah hasil suara yang ditimbulkan oleh alat musik utamanya, seperti contohnya keyboard atau gitar.

 

Karinding

Dapat cukup dibanggakan, alat musik yang satu ini merupakan produk lokal yang berasal dari nusantara. Alat musik ini tepatnya dipopulerkan oleh suku Jawa serta suku Bali. bagi masyarakat Jawa, alat musik ini bernama Rinding. Sedangkan bagi suku Bali disebut genggong. Bahkan suku Kalimantan juga mengenal alat musik ini dengan nama Kuriding. Alat musik ini sering dibuat dari berbagai bahan sederhana, seperti contohnya pelepah aren atau bambu.

Alat musik nasional ini tidak hanya digunakan sebagai pengiring lagu saja, namun sering digunakan untuk keperluan lain seperti mengusir hama yang sering merusak tanaman. Pada masa tradisional, orang Jawa sering menerapkan fungsi alat musik ini bagi kehidupan sehari-harinya. Alat musik karinding ini juga umumnya menghasilkan jenis suara yang rendah, maka dari itu banyak serangga yang terusik akan suara alat musik ini. Menarik ya aneka macam alat musik ini baik yang sangat terkesan tradisional hingga nyaris agak terlalu futuristik dan bisa membingungkan pemainnya ini. Adakah alat musik yang menarik minatmu, atau mungkin pernah kamu lihat langsung?